Sugiono Nahkoda Baru IPSI 2026–2030, Era Prabowo Berakhir dan Target Olimpiade Dikibarkan

Di Baca : 377 Kali
Teks foto : Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030, Sugiono dan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai, Akhmad Khadafi,

DUMAI (KHC) – Sebuah babak panjang resmi berakhir, dan era baru pun dimulai. Di bawah sorotan Jakarta Convention Center, forum tertinggi organisasi silat nasional melahirkan pemimpin baru. Sugiono, B.Sc., M.BA ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional XVI PB IPSI.

Aklamasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kuat bahwa harapan besar kini bertumpu pada satu sosok.

Namun, di balik gemuruh tepuk tangan, terselip suasana haru yang mendalam. Selama puluhan tahun, Prabowo Subianto bukan hanya memimpin, tetapi telah menjadi wajah, napas, dan denyut perjalanan panjang pencak silat Indonesia.

Kini, setelah hampir empat dekade pengabdian, tongkat estafet itu resmi diserahkan.

“Ini bukan tugas ringan,” ujar Sugiono dengan suara tenang namun sarat makna. “Ada harapan besar yang kini berada di pundak kami.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan titik balik bagi masa depan pencak silat Indonesia.

Sugiono juga mengungkapkan rasa hormat dan harunya terhadap pengabdian Prabowo Subianto yang dinilai luar biasa.

“Hampir 38 tahun beliau mengurus pencak silat. Tanpa cinta yang mendalam, hal itu mustahil terjadi,” ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi pengakuan atas warisan besar yang kini harus dijaga sekaligus ditingkatkan.
Tak hanya melanjutkan estafet, Sugiono membawa visi besar. 

Ia menargetkan pencak silat dapat menembus panggung Olimpiade, menjadikannya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga olahraga global yang diakui dunia.

Di sisi lain, ia juga mendorong penguatan dari dalam negeri dengan mengupayakan pencak silat masuk ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi bangsa.

“Pencak silat harus menjadi warna dalam pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru ini turut datang dari berbagai pihak. 

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai, Akhmad Khadafi, menyampaikan optimisme bahwa IPSI di bawah Sugiono akan mampu menjaga jati diri pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus meningkatkan prestasinya di tingkat dunia.

Semangat “Bela Diri, Bela Bangsa” kembali digaungkan—kali ini dengan harapan baru.

Kini panggung telah berganti. Sang legenda menepi, dan pemimpin baru telah berdiri di garis depan.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang memimpin, melainkan sejauh mana pencak silat akan dibawa melangkah ke masa depan.

Penulis : Ricky 


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar