Sanimar Afrizal : Ayo Cegah Stunting, Ciptakan Generasi Cerdas Dan Sehat

Di Baca : 814 Kali

ROHIL (KHC) - Stunting saat ini menjadi trending topik yang sering di perbincangkan banyak orang di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun belakangan ini,khususnya bagi para ibu-ibu di negara berkembang,begitu juga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Apa itu Stunting,Berikut paparan Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Sanimar Afrizal SPd, pada acara kegiatan Pembekalan dan Pemantapan Pencegahan Stunting di jajaran pengurus organisasi fungsional yang dipimpinnya,belum lama ini di Bagansiapiapi.

Sanimar Afrizal menjelaskan,berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan,Stunting adalah gangguan0 tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi,terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Di karenakan suatu kondisi tertentu dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak sebagai generasi penerus,maka perlu dicegah dengan menciptakan kondisi yang ideal agar tumbuh kembangnya anak dapat berjalan dengan lebih baik dan sesuai dengan usianya,sehingga anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang dapat menjadi investasi masa depan atau generasi yang cerdas dan sehat.

Kemudian langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan,apa sajakah caranya pertama,

1.Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah Stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. 

2.Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

ASI berpotensi mengurangi peluang Stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro.Oleh karena itu,seorang ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

3.Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut, Konsultasikan dulu dengan dokter.

4.Terus memantau tumbuh kembang anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka,terutama dari tinggi dan berat badan anak.Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak,Dengan begitu,akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

5.Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui,anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit,terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang Stunting.Diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

Saat ini PKK Rohil gencar sosialisasi Stunting,pencegahan Stunting,dan melakukan kunjungan rutin hingga ke Pedesaan,sebagai upaya untuk menurunkan angka Stunting ke beberapa tempat Posyandu beberapa waktu lalu dalam acara penilaian lomba posyandu tingkat Kabupaten.

Keberadaan Posyandu harus bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi ibu ibu dan para balita serta meminta para kader Posyandu untuk bekerja dengan baik serta selalu ikhlas dalam melayani masyarakat.

Salah satu cara paling cepat menuntaskan masalah Stunting,melalui gotong royong dan melibatkan banyak pihak, termasuk semua kader PKK dan masyarakat.

"Kita semua turun ke masyarakat melakukan kampanye Stunting ini.Ayo kita kerja sama dengan sungguh-sungguh agar kasus stunting bisa tuntas Rohil, keberhasilan yang telah ada untuk di tingkatkan serta melakukan inovasi dan terobosan di masa Pandemi Covid-19 saat ini,termasuk inovasi dan terbosan dalam melahirkan produk yang dapat menjadi penghasilan tambahan dirumah tangga."Tandas Sanimar.***(Adv)


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar