Kopassus hingga Polres Dumai Turun Melatih, 35 Calon Paskibraka Mulai Digembleng

Di Baca : 92 Kali
Teks foto : Kepala Kesbangpol Kota Dumai melepas 35 calon Paskibraka 2026 untuk menjalani masa Karantina.(Tribun Pekanbaru).

DUMAI (KHC) – Sebanyak 35 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Dumai resmi memasuki masa karantina selama 10 hari. 

Mereka akan menjalani pembinaan intensif sebagai persiapan mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai.

Masa karantina secara resmi dimulai setelah para calon Paskibraka dilepas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Dumai, Khairil Adli, Sabtu (8/8/2026), di salah satu hotel di Kota Dumai.

Dari total 35 peserta, sebanyak 18 orang merupakan putra dan 17 lainnya putri. Selama menjalani karantina, mereka tidak hanya ditempa dari sisi kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mendapatkan pembinaan menyeluruh yang mencakup adab, perilaku, kedisiplinan, mental hingga ketahanan fisik.

Kepala Kesbangpol Kota Dumai, Khairil Adli, mengatakan masa karantina menjadi bagian penting dalam membentuk karakter para calon Paskibraka agar memiliki kesiapan secara fisik maupun mental ketika menjalankan tugas kenegaraan.

“Selama 10 hari mereka akan digembleng, baik dari sisi adab, perilaku maupun fisik. Harapannya, para calon Paskibraka ini menjadi pribadi yang tangguh dan siap mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara HUT RI ke-81 di Kota Dumai,” ujar Khairil Adli, Minggu (9/8/2026).

Untuk memastikan proses pembinaan berjalan maksimal, Kesbangpol Kota Dumai melibatkan pelatih dari sejumlah unsur TNI dan Polri. Di antaranya Kopassus Group 3, Kodim 0320/Dumai, Satrad 104/Dumai, TNI AL Dumai serta Polres Dumai.

Menurut Adli, keterlibatan berbagai satuan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman dan pembinaan yang lebih komprehensif kepada para calon Paskibraka. Selain membentuk kemampuan teknis, para peserta juga dituntut memiliki mental kuat, sikap disiplin serta rasa tanggung jawab.

“Dengan dilatih dari berbagai kesatuan, kami berharap calon Paskibraka Dumai tahun 2026 semakin baik dan mantap, tentunya dengan disiplin yang tinggi,” jelasnya.

Adli menegaskan, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara. Di balik tugas tersebut terdapat tanggung jawab dan kehormatan untuk menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan bangsa.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah mengeluh selama menjalani proses karantina.

“Jangan banyak mengeluh. Tugas Paskibraka ini adalah tugas yang mulia. Para calon Paskibraka harus semangat dan jalani semua prosesnya dengan baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk mematuhi seluruh arahan yang diberikan pelatih. Setiap materi dan tahapan latihan yang diberikan, kata dia, telah dipersiapkan untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter peserta agar benar-benar siap ketika dipercaya menjalankan tugas sebagai Paskibraka.

Tidak hanya memberikan motivasi kepada peserta, Khairil Adli juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua. Ia meminta keluarga terus memberikan dukungan moral dan semangat kepada anak-anak mereka selama mengikuti masa karantina.

Selama menjalani karantina, para calon Paskibraka tidak diperbolehkan menggunakan telepon seluler. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan agar peserta dapat lebih fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa gangguan.

“Untuk para orang tua, berikan semangat kepada anak-anak melalui doa. Selama karantina mereka tidak diperbolehkan menggunakan HP. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar dan mereka dapat menjalankan tugas dengan baik pada HUT RI ke-81 nanti,” pungkasnya.

Sepuluh hari masa karantina tersebut menjadi momentum penting bagi 35 calon Paskibraka Dumai untuk menempa diri.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk berdiri tegap di hadapan masyarakat saat upacara HUT Kemerdekaan, tetapi juga diharapkan membawa nilai kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar