Hebat! Sejak SD, Putra Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan Tekuni Dunia Komputer Secara Otodidak

Di Baca : 75 Kali
Teks foto : putra Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, S.H yaitu Daffa Lutfi Ghosan.

PEKANBARU (KHC) - Kreativitas dan rasa ingin tahu anak-anak terhadap dunia teknologi kembali menjadi perhatian. Kali ini, sosok yang mencuri perhatian datang dari putra Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, S.H yaitu Daffa Lutfi Ghosan.

Putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) diketahui memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap dunia teknologi komputer. Menariknya, di usia yang masih tergolong belia, sang anak sudah mampu merakit komputer secara mandiri atau otodidak.

Kemampuan tersebut menjadi perhatian setelah aktivitasnya merakit perangkat komputer beredar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan seorang anak usia sekolah dasar memahami perangkat komputer tentu menjadi hal yang menarik.

Daffa Lutfi Ghosan yang merupakan siswa kelas VI SD IT Future Islam School Pekanbaru ini memiliki ketertarikan besar terhadap dunia teknologi, khususnya komputer dan elektronika.

Kemampuannya merakit PC secara mandiri bahkan menarik perhatian sejumlah wartawan yang datang langsung ke sekolah untuk melihat hasil karya bocah tersebut.

Dengan penuh percaya diri, Daffa memamerkan komputer yang dirakitnya sendiri. Menariknya, seluruh proses belajar hingga memahami cara merakit komputer dilakukan secara otodidak melalui berbagai video tutorial di YouTube.

Lebih menginspirasi lagi, komponen komputer tersebut dibelinya menggunakan uang jajan yang sengaja ia sisihkan selama kurang lebih satu tahun.

Daffa mengaku tertarik mempelajari komputer karena rasa penasaran terhadap cara kerja perangkat tersebut. Dari rasa penasaran itu, ia kemudian mulai belajar secara mandiri hingga akhirnya mampu merakit PC sendiri.

Di hadapan para wartawan, Daffa terlihat begitu percaya diri menjelaskan hasil karyanya. Ia bahkan mengungkapkan keinginan untuk terus belajar dan menciptakan berbagai inovasi lain yang lebih besar di masa mendatang.

Bakat dan ketertarikan Daffa terhadap teknologi ternyata sudah terlihat sejak awal ia bersekolah di IT Future Islam School.

“Sejak ia masuk ke sekolah ini, ia sangat tertarik dengan pelajaran Informatika,” kata Guru Informatika IT Future Islam School, Habil Maulana, Rabu (12/8/2026).

Menurut Habil, ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kemampuan yang terus diasah Daffa melalui pembelajaran mandiri.

Ia menilai, semangat belajar seperti yang ditunjukkan Daffa perlu terus mendapatkan dukungan, baik dari sekolah maupun keluarga.

Habil berharap kisah Daffa dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar memanfaatkan teknologi, khususnya perangkat digital, untuk kegiatan yang positif, kreatif, dan produktif.

“Kreativitas dan inovasi sejak usia dini perlu terus didukung agar mampu melahirkan generasi unggul di masa depan,” ujarnya.

Kisah Daffa menjadi gambaran bahwa usia bukanlah batas untuk berkarya. Dengan rasa ingin tahu, kemauan belajar, ketekunan, serta dukungan lingkungan sekitar, seorang anak pun mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan.

Dari uang jajan yang disisihkan sedikit demi sedikit hingga menjadi sebuah PC rakitan, Daffa menunjukkan bahwa sebuah karya besar dapat berawal dari kebiasaan sederhana dan kemauan untuk terus belajar.

Semangat tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai belajar menjadi pencipta dan inovator sejak usia dini.***


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar