Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Ketua PAC PP Dumai Barat Apresiasi Kapolres Dumai
DUMAI (KHC) — Penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat membutuhkan sikap bijak, komunikasi yang baik serta mengedepankan kepentingan bersama. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Dumai Barat, Yudi, menyikapi persoalan yang terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.
Yudi memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolres Dumai dalam menyikapi dan menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengedepankan komunikasi serta pendekatan yang baik kepada pihak-pihak terkait.
Menurutnya, seorang pejabat maupun pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan secara bijaksana, tanpa memperkeruh keadaan, patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
“Ketika ada orang atau pejabat apa pun yang menyelesaikan persoalan-persoalan dengan baik dan kekeluargaan, itu harus kita apresiasi dengan baik. Artinya, orang atau pemimpin tersebut adalah orang yang bijak,” ujar Yudi.
Ia menilai, dalam menghadapi persoalan yang menyangkut masyarakat, pendekatan yang mengedepankan dialog dan musyawarah jauh lebih baik dibandingkan mengambil langkah yang justru dapat memperbesar persoalan.
Menurut Yudi, masyarakat membutuhkan pemimpin dan aparat yang tidak hanya mampu menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca situasi dan mengambil langkah yang dapat meredam ketegangan.
“Persoalan di tengah masyarakat jangan sampai langsung dibawa ke arah yang lebih besar. Kalau masih bisa diselesaikan dengan komunikasi, duduk bersama dan mencari jalan keluar, tentu itu jauh lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, Yudi mengatakan bahwa apresiasi yang disampaikannya bukan semata-mata karena posisi Kapolres Dumai sebagai pimpinan institusi kepolisian, melainkan karena adanya upaya untuk menjaga kondisi masyarakat agar tetap aman dan kondusif.
Ia berharap pendekatan serupa dapat terus dilakukan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang muncul di Kota Dumai.
Menurutnya, keberadaan aparat kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menciptakan rasa aman serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kita tentu menghormati aturan dan hukum yang berlaku. Tetapi ketika sebuah persoalan masih dapat dikomunikasikan dengan baik dan diselesaikan secara kekeluargaan, menurut saya itu merupakan sebuah kebijaksanaan,” ungkap Yudi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi apabila terjadi persoalan di lapangan.
Menurutnya, masyarakat harus memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dan Yudi menegaskan bahwa keamanan dan kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dari organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh lapisan masyarakat.
“Keamanan ini bukan hanya tugas polisi. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Dumai tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Ia berharap penyelesaian persoalan di Kecamatan Sungai Sembilan dapat menjadi contoh bahwa perbedaan maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dicari jalan keluarnya melalui komunikasi yang baik.
Menurutnya, sikap saling menghargai dan mengedepankan kepentingan masyarakat harus menjadi landasan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Yudi juga menyampaikan bahwa organisasi Pemuda Pancasila siap berkontribusi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Dumai.
“Pemuda Pancasila juga bagian dari masyarakat. Kita tentunya ingin Dumai tetap aman, nyaman dan kondusif. Kalau ada persoalan, mari kita cari solusi bersama dan jangan sampai persoalan tersebut menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Lebih jauh, Yudi menilai bahwa seorang pemimpin dapat dilihat dari cara dirinya menghadapi persoalan. Menurutnya, pemimpin yang bijak bukan hanya mereka yang mampu mengambil keputusan, tetapi juga mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
“Pemimpin yang bijak itu bukan yang selalu menunjukkan kekuasaan. Tetapi pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin, mendengarkan semua pihak dan mencari solusi terbaik,” katanya.
Ia berharap semangat penyelesaian secara kekeluargaan tersebut dapat terus dipertahankan dalam menghadapi persoalan-persoalan lain yang mungkin muncul di kemudian hari.
Yudi juga mengingatkan agar setiap persoalan tetap ditempatkan sesuai koridor hukum. Pendekatan kekeluargaan, menurutnya, bukan berarti mengabaikan aturan, melainkan menjadi upaya awal untuk mencari penyelesaian yang baik sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau memang ada persoalan hukum, tentu kita serahkan kepada mekanisme hukum. Tetapi selama masih bisa duduk bersama dan mencari penyelesaian yang baik, kenapa tidak kita lakukan?” pungkasnya.
Dengan adanya komunikasi yang baik antara aparat, pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan masyarakat, diharapkan berbagai persoalan yang muncul di Kota Dumai dapat diselesaikan tanpa mengorbankan persatuan dan kondusivitas daerah.
Apresiasi yang disampaikan Ketua PAC PP Dumai Barat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa penyelesaian persoalan dengan cara bijaksana, humanis dan mengedepankan kepentingan bersama merupakan langkah yang patut didukung demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Dumai.***
Penulis : Ricky



Tulis Komentar