Disebut Aspal Sirkuit Mandalika Tidak Sesuai Standar, Ini Jawaban MGPA

Di Baca : 1903 Kali
Ket Foto : Sirkuit Mandalika. (ANTARA FOTO).

JAKARTA (KHC) - Sejumlah media asing mengatakan material kerikil aspal Sirkuit Mandalika tidak sesuai standar, sehingga gampang terkelupas dan membuat kerikil-kerikil kecil muncul di lintasan saat sesi tes pramusim. Seperti apa respons MGPA (Mandalika Grand Prix Association)?

Pertamina Mandalika International Street Circuit banyak dikeluhkan para rider MotoGP setelah mereka mencobanya untuk sesi tes pramusim pada tanggal 11-13 Februari. Salah satu keluhan utamanya adalah munculnya kerikil di titik-titik tertentu, yang mana itu sangat berbahaya untuk rider dan motornya.

Selain rider, media asing juga menyoroti hal itu. Media The Race misalnya, mengatakan material kerikil atau gravel yang ada di lapisan atas aspal Sirkuit Mandalika tidak sesuai standar. Ini tentunya menjadi tuduhan yang sangat serius.

"Terkait proses konstruksi, bahwa masalahnya terletak di jenis batu agregat (aggregate stones) yang dipakai dalam proses konstruksi, dengan campuran asli yang dipilih oleh konsultan luar tidak digunakan, dan (justru) batu yang digali secara lokal dipilih sebagai penggantinya," tulis The Race.

"(Batu agregat itu) tidak mengikat dengan benar aspal di aspal, kekuatan sepeda motor (MotoGP) 220 mph (350 km/jam) cukup untuk menyedot batu-batu ini keluar dari tanah, menurunkan permukaan lintasan dan menyebabkan kerusakan dan cedera (pada pebalap)," sambungnya.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menilai wajar jika masih ada kekurangan di Sirkuit Mandalika. Sebab ini adalah sirkuit yang benar-benar baru dan juga baru dipakai balapan akbar satu kali, yakni WSBK pada November 2021 lalu. Secara khusus Priandhi mengatakan bahwa motor WSBK dan motor MotoGP memiliki perbedaan performa. Power dan top speed motor MotoGP lebih unggul dari motor WSBK, sehingga mungkin ada bagian yang kurang cocok.

"Ini adalah trek yang baru selesai. Baru satu kali dipakai untuk WSBK, yang powernya beda dengan powernya superbike (MotoGP-Red). Jadi pasti tidak hanya di Indonesia, pasti di semua tempat, trek baru ada kekurangan dan kelebihannya. Mungkin dengan panjang trek empat koma sekian kilo ada satu bagian yang memang tidak cocok untuk power sebesar (motor MotoGP-Red) itu," kata Priandhi dalam Press Briefing Paska Mandalika MotoGP Official Test dan menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia (16/2/2022).

"Inilah yang tadinya diminta sebagian-sebagian diperbaiki oleh pihak FIM dan Dorna, tapi keputusan dari Pak Novel atas nama PT PP, daripada (perbaiki) sebagian-sebagian, ya sudah sekalian kita lakukan lebih jauh lagi, kita kupas ulang, kita perbaiki lagi. Itulah komitmen dari PP untuk membuat lintasan ini menjadi lintasan yang jauh lebih baik," sambungnya.

Ditambahkan Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad, material gravel pada lapisan aspal Sirkuit Mandalika memang menggunakan material lokal, yakni batu-batu agregat yang diambil dari Palu. Meski pakai komponen lokal, Novel menyebut itu sudah sesuai standar spesifikasi yang ada.

"Jadi gravel yang terkait untuk pengaspalan itu kita semua sudah berdasarkan spesifikasi yang ada. Dan gravel yang untuk di pinggir lintasan, kalau ada pebalap yang sampai tergelincir, itu pun sudah dengan gravel-gravel yang terbaik. Dan kemarin--bukan kita ingin pebalapnya jatuh ya--tapi paling tidak sudah terbukti juga dengan mereka sampai, mungkin pas tergelincir, itu kondisinya, gravel-gravelnya cukup meng-cover dengan baik," kata Novel di kesempatan yang sama.

"Gravel untuk pengaspalan kita ambil khusus dari Palu sesuai spesifikasi yang ada dan kita minta dilakukan pengecekan, pengetesan, sampai itu oke sesuai dengan standar yang ada, baru kita masukan ke kepal tongkang untuk diberangkatkan (ke Lombok), sehingga kita tidak ingin membuang waktu dan tetap on spesification (untuk pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika)," tukasnya.***

Sumber : Detik.com
Editor : Ricky


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar