Terkait Ucapan Walikota Sebut Penyangak, FAP-Tekal Dumai Bakal Laporkan ke Mapolda Riau

Di Baca : 961 Kali
Teks Foto : Ketua FAP-Tekal Dumai, Ismunandar saat melaporkan wako dumai di Mapolres Dumai.

DUMAI (KHC) – Ucapan Walikota Dumai H Paisal SKM MARS dengan menyebutkan “Penyangak” kepada Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAP-Tekal) Dumai berbuntut panjang. Pasalnya, kini Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAP-Tekal) akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus penghinaan itu ke Mapolda Riau.

“Kami sudah datang ke SPKT Polres Dumai dengan teman-teman kemarin (Selasa 14/11/2023) sekitar pukul 13:30 WIB. Sesampai di Polres kami bertemu salah satu penyidik, dan setelah beberapa saat berkordinasi penyidik mengarahkan kami membuat laporan aduan masyarakat (Dumas),” kata Ketua FAP-Tekal Dumai, Ismunandar kepada Detik12.com.

Pria yang biasa disapa Ngah Nandar ini juga mengatakan, karena disuruh buat laporan aduan masyarakat, ia merasa keberatan. Karena tujuan utamanya ke Polres Dumai ingin membuat laporan berbentuk LP.

Namun karena mendapat sarang dari salah seorang penyidik untuk membuat laporan dalam bentuk aduan masyarakat, akhirnya pihaknya membatalkan membuat laporan ke Polres Dumai.

“Karena disuruh buat laporan aduan masyarakat, kita tidak jadi melapor ke Polres Dumai. Insya Allah, dalam waktu dekat kasus ini akan kita laporkan ke Mapolda Riau. Kalau untuk bentuk laporan aduan masyarakat (Dumas) pihak Polres Dumai akan kita pertimbangkan dulu,” terang Ismunandar lagi.

Menurut Ketua FAP-Tekal Dumai ini, apa yang dikatakan H Paisal SKM tersebut tersebar dalam video. Sang Walikota Dumai ini terang-terang dalam video itu mengatakan, “bawa surat kemari bisa aku teken, suruh kemari rumah ini. Bilang sama dia, penyangak itu. Kalian yang menjadi korban,” ujar Ismunandar meniru ucapan H Paisal di dalam video yang didampingi seorang ASN dan dua pria berpakaian biasa.

Perkataan seperti ini seharusnya tidak diutarakan oleh sang pemimpin. Tak layak seorang pemimpin yang mengucapkan kata-kata seperti itu. Ucapan H Paisal tersebut sekarang ini menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat Kota Dumai.

Ismunandar mengecam keras atas ucapan Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS tersebut. Nandar mengaku apa yang dikatakan H Paisal itu telah melukai hati, merendahkan perjuangan tenaga kerja lokal, dan berpotensi memicu konflik.

Ismunandar mengatakan, ucapan Walikota Dumai yang menyebut FAP-Tekal sebagai “penyangak” sangat tidak pantas. Menurutnya, ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Sangat disayangkan ucapan hinaan dari seorang kepala daerah yang sangat melukai hati pejuang pejuang TEKAL yang selama ini selalu ikhlas dan komitmen dalam memperjuangkan dan melindungi hak tenaga kerja lokal,” kata Ismunandar kepada awak media.

Ismunandar menjelaskan, FAP-Tekal merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pemberdayaan dan perlindungan tenaga kerja lokal. Organisasi ini telah banyak membantu pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak tenaga kerja lokal, termasuk dalam kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 17 pekerja PT.RRP & PT.BRA di area kerja PT.PHR Dumai.

“Apa lagi sekarang kami sudah berminggu-minggu bersama-sama memperjuangkan hak keberlangsungan kerja terhadap 17 pekerja PT.RRP & PT.BRA di area kerja PT.PHR Dumai,” kata Ismunandar.***

Sumber : Detik12.com

Editor : Ricky


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar