Bangun Gelagar Pipa Air Minum, Akses Jalan Ombak Ditutup 3 Hari

Di Baca : 3751 Kali
Ket Foto : pemberitahuan penutupan akses jembatan di Jalan Sultan Hasanuddin (Ombak). Foto Bembeng

DUMAI (KHC) - Pemerintah Kota Dumai terus menggesa percepatan proyek air bersih mengaliri rumah warga.

Pemko Dumai sendiri menargetkan air bersih ini bisa dirasakan warga Dumai pada akhir 2020 mendatang. Dengan menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). 

Dimana perusahaan pemenang tender proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yakni PT Adhi Karya (Persero) melakukan kerjasama operasi (KSO) dengan PT Adaro Tirta Mandiri.

Pada perkembangannya, saat ini kedua perusahaan tengah memasang Gelagar jembatan pipa air minum yang berkapasitas 450 liter per detik di jembatan Jalan Sultan Hasanuddin (Ombak) Kota Dumai sejak Minggu, 7 Juni 2020 akhir pekan lalu.

Untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan di saat pekerjaan sedang berlangsung, untuk sementara akses jembatan yang biasa dilewati pengendara, dan warga pun menggunakan jalan alternatif yang ada.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai,  Zulkarnain didampingi Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Dumai Riau Satria membenarkan akses jembatan jalan ombak ditutup untuk sementara. 

Dikatakan dia akses menutup jembatan tersebut dilakukan selama tiga hari dari 7 Juni sampai hari ini, Selasa, 9 Juni 2020.

"Pemasangan gelagar pipa air minum berukuran 400 milimiter,"terangnya kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Menurut dia, pipa tersebut untuk menyalurkan air minum yang bersumber dari air Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.

Ia pun menjelaskan, jika pihak perusahaan sudah memasang jaringan pipa distribusi Kota Dumai di jalan Bukit Timah dengan menyambung pipa lama yang terkoneksi dari SPAM KPBU dan SPAM Dumai, Rokan Hilir (Rohil) dan Bengkalis (Durolis).

"Kita mohon dukungan masyarakat agar pelaksanaan pekerjaan pembangunan gelagar pipa air minum segera rampung dan akses jalan kembali dibuka,"harap dia.

Senada disampaikan Riau Satria, Kabid Cipta Karya. Melalui skema kerjasama KPBU pada proyek tersebut, pembiayaan pembangunan SPAM berasal dari swasta.

Dengan total investasi sebesar Rp488,6 miliar yang akan dilaksanakan selama 25 tahun.

"Mereka akan memproduksi air berkapasitas 450 liter per detik secara bertahap,"tukasnya.***


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar