Suyatno : Ikon Rokan Hilir Di Jantung Kota Bagansiapiapi

Di Hari LHS Ke-47, Bupati Rohil Resmikan Taman Hutan Kota

Di Baca : 2849 Kali
Ket Foto : Bupati Rohil, H Suyatno AMp, meresmikan Taman Hutan Kota sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Ke-47 di kawasan Komplek Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi,

BAGANSIAPI-API (KHC) - Bupati Rohil H Suyatno AMp, meresmikan Taman Hutan Kota sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Ke-47 di kawasan Komplek Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, Jumat (4/05/2021) Pukul 09.30 WIB.

Peresmian Taman Hutan Kota seluas 7 hektar yang digadang-gadangkan akan menjadi ikon andalan pariwisata rekreasi di Negeri Seribu Kubah yang di desain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini di tandai dengan pemukulan Gong oleh Kajari Rohil Yuliarni APPI,SH,MH dilanjutkan pelepasan burung merpati serta penanaman pohon di Kawasan Hutan Kota yang di hadiri,Sekda Rohil,HM Job Kurniawan,Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH,Perwakili Dandim 0321/Rohil serta sejumlah pejabat Pemkab Rohil.

Dalam sambutannya Bupati Suyatno berharap taman Hutan Kota seluas 7 Hektar ini menjadi ikon Pariwisata andalan Kabupaten Rohil kedepannya buat seluruh masyarakat di Negeri Seribu Kubah sebagai program kerja andalan di masa akhir jabatannya.

Menurut Orang nomor satu di Rohil ini, Pembangunan Hutan Kota ini dinilai sangat baik dan startegis di jantung Kota Bagansiapiapi selain untuk tempat rekreasi dan taman bermain keluarga tempat ini juga di harapkan mampu memberikan Restorasi Ekosistim bagi kelangsungan hidup seluruh mahluk hidup sesuai dengan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021,Biru Langitku,Hijau Bumi ku.

"Keberadaan Taman Hutan Kota ini akan menjadi Icon Kota Bagansiapiapi kedepannya dan menjadi satu-satunya hutan kota di Propinsi Riau,apalagi tempatnya sangat strategis di jantung Kota Bagansiapiapi yang akan menjadi taman rekreasi keluarga khususnya bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke daerah Rohil sesuai Konsep peresmian tanam Hutan Kota dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini "Biru Langitku, Hijau Bumiku" sebut H Suyatno.

Selain itu, Kata Suyatno lagi, di akhir masa jabatannya memimpin Rohil berharap kehadiran taman Hutan Kota ini akan menambah Pendapatan Asli Daerah PAD) melalui sektor restribusi karcis dan parkir, Pemkab Rohil melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kedepan akan terus melakukan pembenahan taman hutan kota ini menjadi lebih asri dan menarik sebagai taman edukasi dan rekreasi keluarga andalan di Negeri ini,pada kesempatan ini Bupati Suyatno juga mengajak masyarakat mendukung program Bupati terpilih.

"Hari ini, Saya meresmikan Taman Hutan Kota, peresmian ini sekaligus sebagai peresmian terakhir di penghujung masa jabatan Saya sebagai Bupati Rohil,semoga taman hutan kota ini menjadi tempat rekreasi keluarga terbaik buat masyarakat Rohil,dan Selasa lusa Rohil akan di pimpin Bupati baru Bapak Afrizal dan Wakilnya Sulaiman mari kita dukung apapun programnya,buang semua perbedaan ini negeri milik kita bersama."Pungkas Bupati Suyatno.

Sementara Kadis DLH Rohil, Suwandi S.Sos mengatakan, pengerjaan taman hutan kota seluas 7 hektar ini akan terus dibenahi sebagai aset daerah dalam upaya meningkatkan PAD terutama sekali di sektor parkir kendaraaan dan restribusi kacis masuk sesuai Perda.

Disini para pengunjung akan menikmati Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang asri setelah mereka masuk dalam kawasan hutan kota ini pengunjung akan menikmati sarana bermain, edukasi bermain, panggung hiburan, rumah pohon, penangkaran hewan dan sarana hiburan lainnya seperti jogging track,sarana permainan anak-anak dan air terjun.

"Selain sebagai sarana bermain,hutan kota ini kita jadikan fasilitas sarana edukasi masyarakat,Semua pohon yang ada didalam hutan kota akan dikasi label agar masyarakat tahu nama dan jenis pohonnya dan tahun berapa ditanam," Jelas Suwandi.

"Kita akan menyiapkan bibit tanaman hutan seperti meranti, punak, dan beberapa pohon lainnya. "Bibit tanaman akan ditanam oleh pengunjung, setiap masyarakat yang berkunjung diwajibkan menanam pohon dengan membayar harga bibit sekaligus biaya perawatannya. Kemudian tanaman itu akan diberi label nama sipenanam. Sehingga jika pengunjung itu datang dan pohonnya tumbuh, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengunjung."Pungkas Suwandi.***


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




LAINNYA

Tulis Komentar