Marcus/Kevin Dievaluasi, Herry Iman Pierngadi : Puas atas Keberhasilan Ahsan/Hendra Juara BWF Tour Finals

Di Baca : 2673 Kali
Ket Foto : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pulang tanpa gelar dari BWF World Tour Finals 2019. (CNN Indonesia)

JAKARTA (KHC) - Pelatih kepala ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, bakal melakukan evaluasi terhadap Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang gagal menembus final BWF World Tour Finals 2019.

Herry puas dengan keberhasilan memenuhi target satu gelar dalam kejuaraan tutup tahun melalui Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, tetapi pelatih kawakan di pelatnas itu tidak bisa menutupi kekecewaan atas kegagalan Marcus/Kevin di laga semifinal.

"Penampilan Kevin/Marcus di turnamen ini saya bilang kurang maksimal. Karena seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya kan mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Tapi sayangnya di babak semifinal kemarin, permainan mereka enggak keluar," kata Herry dikutip dari situs resmi PBSI.

Dalam BWF World Tour Finals 2019, Marcus/Kevin dua kali kalah dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Setelah takluk di fase grup, Minions juga harus menyerah pada laga semifinal.

Herry menilai ketidakmampuan Marcus/Kevin mengeluarkan permainan terbaik dalam laga melawan Endo/Watanabe adalah masalah yang harus segera dibereskan.

"Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi ke depan harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi pekerjaan rumah khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi," jelas Herry.

"Evaluasi untuk Kevin/Marcus, khususnya untuk menghadapi Endo/Watanabe ini memang harus betul-betul didiskusikan bersama. Kami harus sama-sama cari solusi terbaiknya, baik dari pola maupun strategi yang tepat untuk melawan mereka. Karena memang sedikit berbeda cara bermain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan," sambungnya.

Sepanjang 2019, Marcus/Kevin memang tidak pernah menang atas Endo/Watanabe. Secara total dalam tujuh pertemuan, pasangan nomor satu dunia itu kalah lima kali dari ganda putra asal Jepang.***

Sumber : CNN Indonesia


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar