Dua Mahasiswi Unidum Ciptakan SIMPAY, Dorong Transformasi Digital Administrasi di Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA

Di Baca : 86 Kali
Teks foto : Dua mahasiswi Program Studi Teknik Informatika, Nadhira Ganitri dan Dhiva Tiara Ananda Unidum berfoto bersama dengan staff pengadilan negeri Dumai di kantor Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA..

DUMAI (KHC) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Dumai (Unidum). Dua mahasiswi Program Studi Teknik Informatika, Nadhira Ganitri dan Dhiva Tiara Ananda, berhasil mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Payroll dan Inventory (SIMPAY), sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk mendukung transformasi digital administrasi internal di Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA.

Inovasi tersebut merupakan hasil program pengabdian bertajuk "Implementasi Sistem Informasi Layanan Internal Berbasis Web pada Kantor Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA", yang dilaksanakan di bawah bimbingan Putri Yunita, M.Kom selaku Pembimbing I dan Firman Tawakal, S.T., M.Kom sebagai Pembimbing II.

SIMPAY hadir sebagai solusi digital yang mengintegrasikan dua layanan administrasi penting, yaitu manajemen payroll dan manajemen inventory. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam tata kelola administrasi di lingkungan Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA.

Pada modul Payroll, yang dikembangkan oleh Nadhira Ganitri, sistem mampu mengelola administrasi potongan gaji pegawai secara terintegrasi sekaligus menyediakan layanan slip gaji digital yang dapat diakses secara mandiri oleh seluruh pegawai.

Sebelum penerapan SIMPAY, proses administrasi penggajian masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel. Setelah data potongan gaji diolah, slip gaji dicetak dan dibagikan secara langsung kepada masing-masing pegawai. Proses tersebut dinilai kurang efisien karena berpotensi menimbulkan kesalahan input data, membutuhkan waktu lebih lama, serta masih bergantung pada arsip dokumen fisik.

Melalui SIMPAY, seluruh data potongan gaji dapat dikelola secara sistematis sesuai ketentuan yang berlaku. Sistem secara otomatis menghasilkan slip gaji digital, menyimpan arsip secara elektronik, serta memudahkan pegawai untuk mengakses dan mengunduh slip gaji kapan saja tanpa harus menunggu pembagian dokumen cetak.

Digitalisasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan administrasi penggajian yang lebih cepat, akurat, aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Sementara itu, pada modul Inventory, Dhiva Tiara Ananda mengembangkan sistem yang mengelola seluruh proses permintaan dan distribusi Alat Tulis Kantor (ATK).

Sebelumnya, mekanisme permintaan ATK masih menggunakan formulir manual dan pencatatan tertulis yang kerap menyebabkan keterlambatan proses pengajuan, kesalahan pencatatan, hingga menyulitkan penyusunan laporan penggunaan barang.

Melalui SIMPAY, seluruh tahapan mulai dari pengajuan permintaan oleh pegawai, persetujuan pejabat berwenang, pengelolaan stok barang, hingga penyusunan laporan penggunaan ATK kini dapat dilakukan secara terkomputerisasi.

Sistem juga menyediakan riwayat permintaan yang memudahkan proses monitoring sehingga pengelolaan inventaris menjadi lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Nadhira Ganitri dan Dhiva Tiara Ananda berharap inovasi yang mereka hasilkan dapat menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.

"Kami berharap melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah akan lahir semakin banyak inovasi digital yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. SIMPAY kami hadirkan sebagai solusi yang dapat membantu efektivitas administrasi internal sekaligus memberikan kemudahan bagi seluruh pegawai," ujar keduanya.

Pembimbing I, Putri Yunita, M.Kom, memberikan apresiasi atas capaian kedua mahasiswi tersebut. Menurutnya, SIMPAY menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi instansi pemerintah.

"SIMPAY merupakan hasil karya mahasiswa yang berhasil mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan instansi. Kami berharap sistem ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi di Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA," ujarnya.

Hal senada disampaikan Pembimbing II, Firman Tawakal, S.T., M.Kom. Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

"Modernisasi tata kelola administrasi membutuhkan inovasi yang tepat guna. Melalui SIMPAY, mahasiswa telah menunjukkan kemampuan dalam merancang sistem informasi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi secara berkelanjutan," jelasnya.

Keberhasilan Nadhira Ganitri dan Dhiva Tiara Ananda menjadi bukti nyata komitmen Universitas Dumai dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan instansi pemerintah.

Pengembangan SIMPAY diharapkan menjadi salah satu kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program transformasi digital nasional, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola administrasi pemerintahan yang semakin modern, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.


[Ikuti KabarHeadline.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar